Puncak BBGRM dan HKG PKK Tahun 2018 Sukses Digelar di Desa Dermolo

DERMOLO – Gotong royong kembangkan inovasi di Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah, demikian tema kegiatan puncak peringatan dan penutupan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Ke-15, dan Hari Kesatuan Gerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK) Ke-46, tingkat Kabupaten Jepara tahun 2018.

Bertempat di lapangan sepak bola Desa Dermolo, Kecamatan Kembang, Rabu (1/8). Kegiatan tersebut dihadiri, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Jepara Chuzaimah Marzuqi, dan Petinggi Dermolo Hadi Patenak. Forkompimda, OPD, BUMD, Camat, Petinggi se-Kabupaten Jepara, Pengurus TP PKK Kabupaten Jepara, Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Jepara, organisasi wanita se-Kabupaten Jepara, Forkompimda Kecamatan Kembang, BPD beserta aparatur pemerintah Desa Dermolo, LKMD se-Kecamatan Kembang, Tokoh agama dan tokoh agama se-Desa Dermolo dan sekitarnya juga tampak hadir siang itu.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dalam sambutanya, mengatakan gotong royong merupakan budaya warisan leluhur yang tumbuh berkembang dalam kehidupan masyarakat. “Dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tanggal 1 Juni 1945, Bapak bangsa kita, Bung Karno telah mengatakan. Bahwa gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua,” ujar Marzuqi.

Ahmad Marzuqi juga mengapresiasi atas partisipasi seluruh masyarakat Jepara dalam ikut ambil bagian dalam pembangunan di berbagai bidang. Diantaranya terbukti, adanya peningkatan swadaya masyarakat terhadap program pemberdayaan masyarakat. Dimana pada tahun 2012 sebesar 57,32 persen dan meningkat setiap tahunnya hingga menjadi 65,38 persen pada tahun 2016. “Mudah-mudahan dengan peningkatan swadaya masyarakat ini, dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan di antara elemen masyarakat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kemandirian dan daya saing daerah,” kata Bupati Jepara.

Tidak hanya itu, semangat partisipasi serta kader TP PKK juga mendapatkan apresiasi dari orang nomor satu di Jepara ini. Apresiasi ini bukan tidak beralasan, pasalnya para ibu, kaum perempuan dan para penggiat PKK di Kabupaten Jepara, telah dengan penuh semangat melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.

Terbukti, terdapat sebanyak 1.154 kelompok Posyandu di Kabupaten Jepara dengan capaian persentase Posyandu dengan strata yang lebih tinggi. Yakni, Purnama dan Mandiri yang terus meningkat setiap tahunnya. Dimana capaian tahun 2016 adalah 47,14 persen untuk Purnama dan Mandiri mencapai 12,05 persen “Saya berharap, ke depan PKK lebih tumbuh, dan berperan lebih sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan program-program prioritas pemerintah, imbuh dia.

Lebih lanjut, Ketua TP PKK Kabupaten Jepara, Chuzaimah Marzuqi menambahkan, maksud penyelenggaraan BBGRM dan HKG PKK tahun ini, guna meningkatkan kepedulian dan peran masyarakat berdasarkan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan kegotong royongan. Sehingga bermuara pada penguatan interegrasi sosial melalui kegiatan gotong royong dalam pelaksanan pembanguan, serta pemeliharaan hasil-hasil pembangunan. “Tujuannya, menjaga dan melestarikan budaya bangsa indonesia, meningkatkan semangat kebersamaan, kekeluargaan, kegotong royongan dan keswadayaan masyarakat dalam pembangunan,” ujar Chuzaimah.

Sebelumnya, Petinggi Dermolo Hadi Patenak mengucapkan terima kasih dengan adanya kegiatan BBGRM dan HKG PKK di Desa Dermolo. Ia juga berharap, usai kegaitan ini antusias masyarakat Dermolo untuk bergotong royong dapat lebih meningkat. “Sehingga Desa Dermolo tetap maju, sukses dan bercahaya,” kata Patenak.

Dalam kesempatan itu, sekaligus diserahkan hadiah untuk sejumlah lomba yang digelar oleh panitia penyelenggara kegiatan. Antara lain lomba pemanfaatan pekarang, lomba rumah sehat layak huni, lomba pengolahan hasil Tanaman Obat Keluarga (Toga), lomba penyuluhan, dan lomba pidato. Selanjutnya, diserahkan pula beasiswa kepada siswa SD, SMP, dan SMA yang tidak mampu dan berprestasi, bantuan bibit tanaman, serta bantuan sembako. Disamping itu, juga terdapat pasar murah, dan stand-stand pemasaran produk unggulan masing-masing kecamatan

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan